clik gambar ini !!!!!!!!

clik gambar ini !!!!!!!!
tdi-nurullah.com layanan on line

web site baru di :

http://tdi-nurullah.com

Minggu, 13 Desember 2009

Buletin mingguan edisi 425


Sunat, Sunnah dan Sunan
Pimpinan Majlis Ta`lim Nurullah
Tanya : adakah perbedaan antara sunnat dengan sunnah? Kadang saya dengar sesuatu itu sunnah kadang sunat. Dan ada lagi istilah sunnan. Mohon penjelasan?
Jawab : secara makna bahasa adalah sama. Sunnatun atau sunnah adalah mufrad (kata tunggal) yang berarti jalan, tabiat dalam hidup atau jalan hidup. Sunnan adalah jamak (kata berarti banyak;plural). Bila ada orang menjebut…ini sunnah nabi saw berarti jalan pedoman berdasarkan prilaku nabi saw. Terkadang anda mendengar sunnat seperti perkataan…ini hukumnya sunat. Selanjutnya anda mendengar sunan Turmudzi, Sunnan Abu daud atau sunnan yang empat maksudnya riwayat hadis prilaku Nabi saw yang dikumpulkan oleh ahli hadis Turmuzi, Nasa`I, Daud dan Ibn Majah. Terakhir mungkin di Indonesia ada istilah sunan sembilan maksudnya prilaku riwayat hidup para wali sembilan di tanah jawa.
Adapun tentang dua istilah di muka yang sunnah dan sunat dalam bahasa fiqh (hukum Islam) memiliki konotasi yang berbeda, sbb :
Sunat dalam fiqh adalah suatu yang dianjurkan untuk mengerjakannya yang akan diberi ganjaran pahala. Setiap sunat bisa jadi didasarkan atas salah satu atau dari dua hal berikut :
1. Berdasarkan ijtihad para ulama setelah memahami suatu perbuatan dipandang baik dan memiliki hubungan erat dengan anjuran yang ada dalam al Qur`an maupun hadis nabi saw.
Misalnya : mengangkat tangan saat takbir solat di atas bahu/ pundak. Yang wajib adalah mengucapkan takbir sedang mengangkat tangan hanyalah sunat. Demikian pula mengarahkan mata pada sajadah pada saat qiyam (berdiri), meletakkan dua tangan di perut/ dada, membaca doa pada i`tidal, duduk di antara dua sujud dan tasbih pada sujud, semuanya dipandang sunat.
Para ulama syafi`iyah membagi sunat dalam dua keadaan yaitu sunat muakad dan ghairu muakad. Muakad artinya yang dipentingkan dan biasanya sangat erat hubungannya dengan prilaku nabi saw misalnya sunat rawatib sebelum dan sesudah solat fardu lima. Karena nabi saw selalu berusaha mengerjakannya. Sedangkan sunat ghairu muakad artinya kurang dipentingkan tetapi tetap sunat misalnya dua rakaat sebelum solat fardhu magrib, dua rakaat sebelum isya.
2. Berdasarkan langsung perkataan nabi atau prilaku nabi saw sendiri sebagai contoh ikutan. Misalnya hadis nabi saw menganjurkan untuk makan pada waktu sahur pada puasa, sbb:
حَدِيثُ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السَّحُورِ بَرَكَة
Diriwayatkan daripada Anas r.a katanya: Rasulullah s.a.w bersabda: Hendaklah kamu bersahur kerana di dalam bersahur itu ada keberkatannya. Bukhari Muslim, Turmuzi dan Nasai, Ahmad
Kadang timbul pertanyaan, mengapa sunnah nabi saw perlu diperhatikan, bukankah sudah ada pada al Qur`an? Jawabnya karena ada perintah dalam al Qur`an, sbb :
وَمَا ءَاتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah; dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya. QS Al Hasyar 7
وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَى(3)إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَى(4)
dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al Qur'an) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya),
قل إن كنتم تحبون اللَّه فاتبعوني يحببكم اللَّه، ويغفر لكم ذنوبكم
"Katakanlah-hai Muhammad, jikalau engkau semua mencintai Allah, maka ikutilah aku, maka Allah tentu mencintai engkau semua dan akan mengampuni dosa-dosamu." (ali-lmran: 31)
لقد كان لكم في رَسُول اللَّهِ أسوة حسنة لمن كان يرجو اللَّه واليوم الآخر
"Dan niscayalah di dalam peribadi Rasulullah itu merupakan ikutan- teladan - yang baik bagimu semua, juga bagi orang yang mengharapkan menemui Allah dan hari akhir." (al-Ahzab: 21)
فإن تنازعتم في شيء فردوه إلى اللَّه والرسول إن كنتم تؤمنون بالله واليوم الآخر
قال العلماء: معناه: إلى الكتاب والسنة.
"Jikalau engkau semua memperselisihkan dalam sesuatu persoalan, maka kembalikanlah itu kepada Aliah dan RasulNya, apabila engkau semua benar-benar beriman kepada Allah dan hari akhir." (an-Nisa': 59)
Para alim-ulama berkata: "Maksudnya itu ialah supaya dikembalikan sesuai dengan al-Kitab - al-Quran - dan as-Sunnah - al-Hadis."
من يطع الرسول فقد أطاع اللَّه
"Barangsiapa mentaati Rasul ia telah benar-benar mentaati Allah." (an-Nisa')
وإنك لتهدي إلى صراط مستقيم
"Dan sesungguhnya engkau itu niscayalah memberikan petunjuk kejalan yang lurus yaitu jalan Allah.'' (asy-Syura: 52-53)
فليحذر الذين يخالفون عن أمره أن تصيبهم فتنة أو يصيبهم عذاب أليم
"Hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul itu menjadi takut, supaya jangan sampai tertimpa oleh kefitnahan atau tertimpa oleh siksa yang pedih." (an-Nur: 63)
Dalam sebuah hadis nabi saw menyebutkan, sbb :
عنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي اللَّه عنه عن النبيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : «دَعُونِي ما تَرَكتُكُمْ: إِنَّما أَهْلَكَ من كَانَ قبْلكُم كَثْرةُ سُؤَالِهمْ ، وَاخْتِلافُهُمْ عَلَى أَنْبيائِهمْ، فَإِذا نَهَيْتُكُمْ عنْ شَيْءٍ فاجْتَنِبُوهُ ، وَإِذا أَمَرْتُكُمْ بأَمْرٍ فَأْتُوا مِنْهُ ما اسْتَطَعْتُمْ » متفقٌ عليه
Dari Abu Hurairah r.a. dari Nabi s.a.w. bersabda: "Tinggalkanlah apa yang saya tinggalkan untukmu semua -maksudnya: Jangan ditanyakan apa yang tidak saya terangkan kepadamu semua, karena hanyasanya yang menyebabkan kerusakan orang-orang - ummat - yang sebelumnya itu ialah sebab banyaknya mereka bertanya-tanya - yang tidak berfaedah - lagi pula mereka suka menyalahi kepada Nabi-nabi mereka. Oleh sebab itu jikalau saya melarang padamu akan sesuatu hal, maka jauhilah itu dan jikalau saya memerintah padamu semua akan sesuatu perkara, maka lakukanlah itu sekuat usahamu." (Muttafaq 'alaih)
عَنْ أَبِي نَجِيحٍ الْعِرْباضِ بْنِ سَارِيَة رضي اللَّه عنه قال: « أُوصِيكُمْ بِتَقْوى اللَّه، وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وإِنْ تَأَمَّر عَلَيْكُمْ عَبْدٌ حبشيٌ ، وَأَنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ فَسَيرى اخْتِلافاً كثِيرا . فَعَلَيْكُمْ بسُنَّتي وَسُنَّةِ الْخُلُفَاءِ الرَّاشِدِينَ الْمَهْدِيِّينَ ، عضُّوا عَلَيْهَا بالنَّواجِذِ ، وإِيَّاكُمْ ومُحْدثَاتِ الأُمُورِ فَإِنَّ كُلَّ بِدْعَةٍ ضلالَةٌ » رواه أبو داود ، والترمذِي وقال حديث حسن صحيح
Dari Abu Najih al-'Irbadh bin Sariyah r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda: "Saya berwasiat kepadamu semua, hendaklah engkau semua bertaqwa kepada Allah, juga suka mendengarkan dan mentaati -pemerintahan - sekalipun yang memerintah atasmu itu seorang hambasahaya Habsyi. Karena sesungguhnya saja, barangsiapa yang masih hidup panjang di antara engkau semua itu ia akan melihat berbagai perselisihan yang banyak sekali. Maka dari itu hendaklah engkau semua menetapi sunnahku dan sunnah para Khalifah Arrasyidun yang memperoleh petunjuk - Abu Bakar, Umar, Usman dan Ali radhiallahu 'annum; gigitlah sunnah-sunnah itu dengan gigi-gigi taringmu - yakni pegang teguhlah itu sekuat-kuatnya. Jauhilah olehmu semua dari melakukan perkara-perkara yang diada-adakan, karena sesungguhnya segala sesuatu kebid'ahan itu adalah sesat." Diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dan Termidzi dan Termidzi mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan shahih.
Wallahu a`lamu

Jumat, 09 Oktober 2009

Makna Laa Ilaaha Illallah

MAKNA LAA ILAAHA ILLALLAH

Jika seseorang telah menyatakan dua kalimat syahadat (tidak ada Ilah kecuali Allah), maka wajiblah ia meyakini hal-hal berikut ini :

1. Tidak ada pencipta kecuali Allah

ذَلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ فَاعْبُدُوهُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ وَكِيلٌ

(Yang memiliki sifat-sifat yang) demikian itu ialah Allah Rabb kamu; tidak ada Ilah (yang berhak disembah) selain Dia; Pencipta segala sesuatu, maka sembahlah Dia; dan Dia adalah Pemelihara segala sesuatu. (QS. 6 Al an am:102)

ذَلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ فَأَنَّى تُؤْفَكُونَ

Yang demikian itu adalah Allah, Rabbmu, Pencipta segala sesuatu, tiada Ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia; maka bagaimanakah kamu dapat dipalingkan. (QS. 40 al mukmin :62)

2. Tidak ada yang memberi rizki kecuali Allah

وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُبِينٍ

Dan tidak ada suatu binatang melatapun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh). (QS. 11:6)

يَاأَيُّهَا النَّاسُ اذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ هَلْ مِنْ خَالِقٍ غَيْرُ اللَّهِ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ فَأَنَّى تُؤْفَكُونَ

Hai manusia, ingatlah akan nikmat Allah kepadamu.Adakah pencipta selain Allah yang dapat memberikan rezki kepada kamu dari langit dan dari bumi Tidak ada Ilah (yang berhak disembah) selain Dia; maka mengapakah kamu berpaling (dari ketauhidan)? (QS. 35:3)

3. Tidak ada yang memiliki kecuali Allah

لِلَّهِ مَا فِي السَّمَوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَإِنْ تُبْدُوا مَا فِي أَنْفُسِكُمْ أَوْ تُخْفُوهُ يُحَاسِبْكُمْ بِهِ اللَّهُ فَيَغْفِرُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan di bumi. Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikannya, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siap yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. 2:284)

4. Tidak ada yang memberi manfaat dan mudharat kecuali Allah

وَإِنْ يَمْسَسْكَ اللَّهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهُ إِلَّا هُوَ وَإِنْ يَمْسَسْكَ بِخَيْرٍ فَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Jika Allah menimpakan suatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang menghilangkannya selain Dia sendiri. Dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu, maka Dia Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu. Dan Dialah yang berkuasa atas sekalian hamba-hamba-Nya. (QS. 6:17)

وَإِنْ يَمْسَسْكَ اللَّهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهُ إِلَّا هُوَ وَإِنْ يُرِدْكَ بِخَيْرٍ فَلَا رَادَّ لِفَضْلِهِ يُصِيبُ بِهِ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَهُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Jika Allah menimpakan suatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak kurnia-Nya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. 10:107)

5. Tidak ada yang mengatur alam semesta kecuali Allah

يُدَبِّرُ الْأَمْرَ مِنَ السَّمَاءِ إِلَى الْأَرْضِ ثُمَّ يَعْرُجُ إِلَيْهِ فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ أَلْفَ سَنَةٍ مِمَّا تَعُدُّونَ

Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu. (QS. 32:5)

6. Tidak ada pelindung kecuali Allah

اللَّهُ وَلِيُّ الَّذِينَ ءَامَنُوا يُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ وَالَّذِينَ كَفَرُوا أَوْلِيَاؤُهُمُ الطَّاغُوتُ يُخْرِجُونَهُمْ مِنَ النُّورِ إِلَى الظُّلُمَاتِ أُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni nereka; mereka kekal di dalamnya. (QS. 2:257)

7. Tidak ada pembuat hukum kecuali Allah

إِنِ الْحُكْمُ إِلَّا لِلَّهِ يَقُصُّ الْحَقَّ وَهُوَ خَيْرُ الْفَاصِلِينَ

Menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah. Dia menerangkan yang sebenarnya dan Dia pemberi keputusan yang paling baik. (QS. 6:57) 8. Tidak ada yang memerintah dan melarang kecuali Allah

إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهُ حَثِيثًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُومَ مُسَخَّرَاتٍ بِأَمْرِهِ أَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْأَمْرُ تَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ

Sesungguhnya Rabb kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintahkan hanyalah hak Allah. Maha suci Allah, Rabb semesta alam. (QS. 7:54)

9. Tidak ada yang ditaati kecuali Allah

قُلْ أَطِيعُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْكَافِرِينَ

Dan ta'atilah Allah dan Rasul, supaya kamu diberi rahmat. (QS. 3:132) Katakanlah:"Ta'atilah Allah dan Rasul-Nya; Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir". (QS. 3:32)

10. Tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah

إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدْنِي وَأَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي

Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Ilah (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku. (QS. 20:14)

Ringkasan makna Laa ilaaha Illallah, sbb:

1. Tidak ada pencipta kecuali Allah

2. Tidak ada yang memberi rizki kecuali Allah

3. Tidak ada yang memiliki kecuali Allah

4. Tidak ada yang memberi manfaat dan mudharat kecuali Allah

5. Tidak ada yang mengatur alam semesta kecuali Allah

6. Tidak ada pelindung kecuali Allah

7. Tidak ada pembuat hukum kecuali Allah

8. Tidak ada yang memerintah dan melarang kecuali Allah

9. Tidak ada yang ditaati kecuali Allah

10.Tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah

Kamis, 05 Maret 2009

Mengapa Berdoa?

Mengapa Berdoa ?
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ (153)
Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat, sesungguh-nya Allah beserta orang-orang yang sabar. QS.Al Baqarah 153
Seorang Ustadz bertanya kepada para muridnya, katanya kepada para muridnya,``Mengapa kita perlu berdoa kepada Tuhan? Para murid masing-masing menjawab. Kata yang seorang, mengapa kita perlu berdoa karena ada perintah Allah untuk berdoa, maka kita wajib berdoa. Yang lain berkata,``kita perlu berdoa karena kita perlu pertolongan Allah. Dengan berdoa suatu maksud dan hajat akan disampaikan. Kemudian murid lainnya berkata,``doa adalah senjata orang mukmin. Jika ia tak berdoa maka ia bukan orang mukmin. Tetapi ada lagi yang berkata,``kita perlu berdoa karena kita lemah, doa akan memperkuat diri seseorang.`` tak habis itu saja, ada juga yang berkata,``kita perlu berdoa karena kita hamba bukan Tuhan. Kita lemah sedang Tuhan Maha kuat. Kita perlu ditolong sedang Tuhan maha penolong. Kita banyak kekurangan karenanya kita perlu karunia Allah. Kemudian yang lain mengatakan,``Tuhan memiliki banyak karunia dan anugerah, merugilah orang yang tak meminta kepada Tuhan. Jika kita bodoh, mintalah ilmu, jika kita miskin mintalah kekayaan. Jika kita sakit mintalah kesembuhan. Jika kita gelisah mintalah ketenangan. Tetapi ada lagi yang berkata,``itu bukti kita sebagai hamba yang selalu memerlukan Tuhan.
Sang ustadz tersenyum mendengar jawaban para muridnya. Itu pertanda semua muridnya cerdas dan berhasil guna. Sang ustadz berkata,``jawaban kalian tak satupun yang salah. Mendengar ucapan ustadz seperti demikian, para murid justru bingung dan sedikit senang. Sebab apapun jawaban mereka dianggap benar. Mereka bingung karena semua benar tetapi mengapa jawabannya berbeda-beda. Apakah perbedaan itu menunjuk makna yang sama atau tidak.
Kemudian ustadz melanjutkan, perkataannya,``jika apa yang kalian jawab itu semua benar maka akan lebih baik lagi jika semua jawaban kalian itu digabungkan sehingga menjadi semakin benar dan lengkap.`` semua murid menganggukkan kepalanya dan saling pandang. Sedikit tidak mengerti tetapi lebih banyak memahaminya. Lalu ustadz mengatakan lagi,``kita banyak memiliki waktu dan kesempatan untuk berdoa, tetapi kita sering lupa melakukannya. Sekalipun, berdoa itu sesungguhnya adalah sangat gampang dan mudah, tidak memerlukan banyak syarat, tetapi banyak sekali manfaatnya.
Ada jutaan dan tak terhitung di dunia ini yang tak diketahui oleh manusia. Setiap orang, siapapun dia, setiap harinya pasti bertanya dalam hatinya tentang sesuatu sebanyak puluhan kali. Sesekali ia menjawab sendiri namun kemudian ia ragu dengan jawabannya. Pengalaman mengajarkan kepada manusia untuk menjawab banyak pertanyaan dalam benak dan hati manusia. Namun hingga ia telah menua, banyak pula yang tak dapat dijawabnya dan disimpulkannya.
Tetapi ternyata bukan hanya banyak pertanyaan yang ada di benak manusia saja yang sering tak terjawab manusia, bahkan persoalan yang sering mereka hadapi tak dapat mereka selesaikan dengan baik dan benar. sebagian manusia menjadi berputus asa atas kejadian hidup ini. Sejuta pengetahuan dan pengalaman telah ditemukan manusia tetapi selalu masih ada jutaan yang lain yang masih menjadi misteri bagi manusia. Salah satunya adalah takdir hidup maupun kepastian nasib mereka di dunia.
Apakah dunia ini sepanjang tahun dan perdaban akan selalu menjadi misteri? Di beberapa negeri di dunia ini ada budaya sikap yang keliru. Lantaran berputus asa akhirnya mereka bunuh diri. Mereka menganggap dengan bunuh diri akan menyelesaikan masalah. Padahal menurut agama, putus asa itu justu akan semakin jauh dari rahmah Allah.
وَلَا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا(29)
Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. An Nisa 29
وَإِذَا أَذَقْنَا النَّاسَ رَحْمَةً فَرِحُوا بِهَا وَإِنْ تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيهِمْ إِذَا هُمْ يَقْنَطُونَ(36)
Dan apabila Kami rasakan sesuatu rahmat kepada manusia, niscaya mereka gembira dengan rahmat itu. Dan apabila mereka ditimpa sesuatu musibah (bahaya) disebabkan kesalahan yang telah dikerjakan oleh tangan mereka sendiri, tiba-tiba mereka itu berputus asa. QS Ar Rum 36
Tugas orang beriman adalah tetap dalam keyakinannya dan harapannya kepada Allah dan menghindarkan dirinya dari keadaan berputus asa. Sebab putus asa bukanlah tabiat orang yang beriman, seperti perkataan Ibrahim as dalam al Qur`an :
قَالَ وَمَنْ يَقْنَطُ مِنْ رَحْمَةِ رَبِّهِ إِلَّا الضَّالُّونَ(56)
Ibrahim berkata: "Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhannya, kecuali orang-orang yang sesat". QS Al Hijr 56
Orang beriman menjadikan doa adalah satu-satunya tempat dialognya dengan Tuhan serta pembuka pertolongan Tuhan kepadanya dalam keadaan apapun, baik senang terlebih lagi masa-masa sulit dan terancam seperti yang dilukiskan al Qur`an :
وَلَمَّا بَرَزُوا لِجَالُوتَ وَجُنُودِهِ قَالُوا رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ(250)
Tatkala mereka nampak oleh Jalut dan tentaranya, merekapun (Thalut dan tentaranya) berdo`a: "Ya Tuhan kami, tuangkanlah kesabaran atas diri kami, dan kokohkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir".baq 250
Dalam kondisi sulit seperti demikian, orang beriman tidak berputus asa hingga detik kematian sekalipun. Orang-orang Thalut yang beriman di zaman Nabi Daud ketika berperang menyadari akan kekalahan mereka kecuali atas bantuan Tuhan untuk memerangi tentara Jalut yang zolim. Untuk itu mereka meminta pertolongan kepada Tuhan.
Dengan demikian, berdoa ternyata merupakan kebutuhan bagi orang yang beriman. Ia tak dapat hidup tanpa doa. Di dalam doa itu pula orang beriman dapat berdialog dengan Tuhan. Dengan doa itu pula ia dapat mengungkapkan segala kesedihan dan kesusahannya serta nikmat karunia yang diberikan Tuhan kepadanya. Dengan doa itu juga ia dapat menumpahkan segala kerinduannya dengan Tuhannya bahkan sambil memuji Tuhannya. Dengan doa itu pula ia dapat merasakan hubungannya dengan Tuhan serta harapan pertolongan Tuhan baik atas kehidupan sekelilingnya maupun atas kehidupannya sendiri. Ia dapat langsung meminta pertolongan kepada Tuhannya tanpa diketahui oleh siapapun. Al Qur`an melukiskan kisah orang yang beriman yang selalu pandai berdoa dan bertaqarub kepada Tuhannya seperti firman Allah :
تَتَجَافَى جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ(16)
Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, sedang mereka berdo`a kepada Tuhannya dengan rasa takut dan harap, dan mereka menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami berikan kepada mereka.QS as Sajadah 16
Dalam hadis nabi saw disebutkan ``doa adalah intisari ibadah.`` lihatlah ketika kita solat, bukankah di dalamnya selalu menunjuk pada doa. Pada saat qiyam, tasyahud, sujud, duduk di antara dua sujud hingga akhir selalu disertai doa.
Ada dua hal dalam hubungan manusia dengan Tuhan. Hal tersebut diungkapkan dalam bait surat al Fatihan, sbb :
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ(5)
Hanya KepadaMUlah kami menyembah dan hanya kepadaMU pula kami meminta pertolongan. QS Al Fatihah 5
Ini merupakan ajaran Allah kepada hambaNYA bahwa ada dua tugas manusia terhadap Tuhannya yaitu :
1. Menyembah Allah. Pengertian menyembah adalah beribadah khusus dan ibadah ketaatan.
a. Ibadah khusus dapat berupa antara lain : solat, haji, bertahmid (memuji Allah), bertasbih, bertakbir (membesarkan nama Allah), berzikir, membaca al Qur`an.Ddd
b. Sedangkan ibadah ketaatan adalah ibadah menjalankan perintah Allah dan menjauhi segala larangannya. Ketaatan untuk berbuat kebaikan, beramal soleh, memberi nasehat kesabaran dan kebenaran, menghindari diri dari pekerjaan batil, tidak menzolim orang, menyantuni orang lemah, menolong orang lain, suka bersedekah, mendidik diri agar lebih berkualitas, membersihkan jiwa dari pengaruh-pengaruh dosa dan maksiat dengan bertobat dengan sebenar-benarnya dari semua dosa dan maksiat, dan membersihkan hati dari kotoran syirik, ragu-ragu, dengki, khianat, sombong, ujub, riya, dan sum'ah dengan ikhlas, yakin, cinta kebaikan, lemah lembut, benar, tawadu, dan mengharapkan keridaan Allah SWT dengan semua niat dan amal saleh.
2. Meyakini bahwa pertolongan itu hanya pada Allah. Ada dua praktek dalam bagian ini yakni keyakinan dalam aqidah dan keyakinan akan pertolongan Allah.
a. keyakinan dalam aqidah seperti Menghindar-kan diri dari segala bentuk kesyirikan, khurafat, takhyul dan waham mitologi, mistik. Kemampuan muslim untuk menghindari demikian adalah bukti keyakinannya yang benar dalam aqidah. Ia harus berani meninggalkan segala bentuk perdukunan, mistik, perzimatan, takhyul. Banyak sekali orang muslim tak memahami bagian ini sehingga anda melihat banyak di antara mereka masih membuat sesaji di rumahnya, dipekerjaannya. Sesaji (makanan atau minuman tertentu) dengan keyakinan agar terhindar dari marabahaya atau supaya dapat pertolongan. Meyakini keris pusaka sebagai penyelamat atau meyakini ada selain Allah yang dapat memudaratkannya. Semua ini harus hapus dari dunia seorang muslim.
b. Keyakinan akan pertologan Allah. Biasanya dibuktikan-nya dengan rajinnya ia berdoa hanya kepada Allah.
1593 Diriwayatkan daripada Abdullah bin Umar r.a katanya: Rasulullah s.a.w bersabda: Ketika tiga orang lelaki sedang berjalan-jalan, tiba-tiba turun hujan. Lalu mereka berteduh di dalam gua sebuah gunung. Secara tiba-tiba pintu gua itu tertutup dengan sebuah batu besar menyebabkan mereka terkurung, lalu sebahagian daripada mereka berkata kepada sebahagian yang lain: Ingatlah semua amal baik yang pernah kamu lakukan kerana Allah s.w.t. Setelah itu berdoalah kepada Allah s.w.t dengan amalan masing-masing. Semoga Allah s.w.t menolong kesulitan ini. Lelaki pertama berkata: Ya Allah, suatu ketika dahulu aku mempunyai dua orang ibu bapa yang sudah tua melarat. Mereka tinggal bersama keluargaku yang terdiri dari seorang isteri dan beberapa orang anak yang masih kecil. Aku pelihara mereka serta berkhidmat untuk mereka. Sebaik sahaja aku mempunyai masa lapang aku terus memerahkan susu untuk mereka. Aku utamakan kedua orang tuaku untuk meminumnya terlebih dahulu daripada anak-anakku. Satu hari kerana kesibukan pekerjaanku sehingga ke petang, baru aku dapat pulang. Aku dapati kedua orang tuaku sudah tidur. Seperti biasa aku terus memerah susu. Aku letakkan susu tersebut di dalam sebuah bejana. Aku berdiri di hujung kepala kedua orang tuaku, namun aku tidak sanggup membangkitkan mereka dari tidur yang nyenyak. Aku juga tidak sanggup memberi anak-anakku minum terlebih dahulu sebelum kedua orang tuaku meminumnya, sekalipun mereka meminta-minta di hadapanku kerana lapar dahaga. Aku terus setia menunggui mereka dan mereka juga tetap pula tidur sampai ke pagi. Jika Engkau tahu apa yang aku lakukan itu adalah semata-mata mengharapkan keredaanMu, maka tolonglah aku dari kesulitan ini. Gerakkanlah batu besar ini, sehingga kami boleh melihat langit. Disebabkan khidmat bakti tersebut Allah s.w.t berkenan menolong mereka dengan menggerakkan sedikit batu besar tersebut, sehingga mereka boleh melihat langit. Lelaki kedua pula berkata: Ya Allah, suatu ketika dahulu aku mempunyai seorang sepupu perempuan. Aku mengasihinya sebagaimana cinta seorang lelaki terhadap seorang perempuan yang cukup mendalam. Aku minta supaya dia melayani keinginan nafsuku. Namun begitu dia tidak sudi untuk berbuat demikian kecuali setelah aku mampu memberikannya wang sebanyak seratus dinar. Untuk tujuan tersebut dengan susah payah akhirnya aku mampu mengumpulkan wang sebanyak itu. Aku membawa wang tersebut kepadanya. Sebaik sahaja aku ingin menyetubuhinya, dia berkata: Wahai hamba Allah! Takutlah kepada Allah. Janganlah kamu meragut kesucian ku kecuali dengan pernikahan terlebih dahulu. Mendengar kata-kata tersebut aku terus bangkit daripadanya serta membatalkan niat jahatku itu. Seandainya Engkau tahu bahawa apa yang aku lakukan itu adalah semata-mata untuk mencari keredaanMu, tolonglah kami dari kesulitan ini. Gerakkanlah batu besar ini. Allah s.w.t berkenan menolong mereka di mana batu besar itu terbuka sedikit lagi. Lelaki ketiga pula berkata: Ya Allah, suatu ketika dahulu aku pernah mengupah seorang pekerja untuk menugal padi. Sebaik sahaja selesai melakukan pekerjaan, dia berkata: Berikan upahku. Namun aku enggan membayar upahnya. Dia terus menugal padi dan meminta lagi upahnya beberapa kali. Aku masih seperti biasa, enggan membayar upahnya dan terus mengupahnya menugal padi sehingga aku berjaya memiliki beberapa ekor lembu dan beberapa ekor anaknya. Suatu hari lelaki tadi datang kepadaku dan berkata: Takutlah kamu kepada Allah. Kamu jangan lagi menzalimi aku dengan kewajibanku. Kemudian aku berkata kepadanya: Ambillah lembu itu serta anak-anaknya. Dia berkata: Takutlah kepada Allah dan janganlah mempermain-mainkan aku. Aku berkata: Aku tidak mempermain-mainkan kamu, tetapi ambillah lembu itu serta anak-anaknya. Sehingga akhirnya dia mengambil lembu tersebut. Seandainya Engkau tahu bahawa apa yang aku lakukan itu adalah semata-mata untuk mencari keredaanMu, tolonglah kami dari kesulitan yang tinggal hanya sedikit lagi. Akhirnya Allah pun menolong mereka dengan menggerakkan batu besar yang menutupi gua tempat di mana mereka berteduh. HR Bukhari Muslim, Daud dan Ahmad. Wallahu a`lam

surat anda

Mengapa bisa 10 menit?
Assalaamu alaikm Wr.Wb.
Abu Rofid yang baik.
soal 10 menit apa bisa?
ajaran agama kita tidak hanya mengajarkan agar kita selalu berpikir, tetapi juga mengajarkan keimanan. dalam al Qur`an nabi Isa as berdoa kepada Tuhannya : rabbi anjilnii maa`idatan minassamaa takuunu lana iidan .......wahai tuhanku, turunkanlah hidangan dari atas langin untuk kami jadikan perayaan... ceritanya sbb:
(Ingatlah), ketika pengikut-pengikut `Isa berkata: "Hai `Isa putera Maryam, bersediakah Tuhanmu menurunkan hidangan dari langit kepada kami?" `Isa menjawab: "Bertakwalah kepada Allah jika betul-betul kamu orang yang beriman".QS al Maidah 112 Mereka berkata; "kami ingin memakan hidangan itu dan supaya tenteram hati kami dan supaya kami yakin bahwa kamu telah berkata benar kepada kami, dan kami menjadi orang-orang yang menyaksikan hidangan itu".113 Isa putera Maryam berdo`a: "Ya Tuhan kami, turunkanlah kiranya kepada kami suatu hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami yaitu bagi orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau; beri rezkilah kami, dan Engkaulah Pemberi rezki Yang Paling Utama".al maidah (hidangan) 114 Allah berfirman: "Sesungguhnya Aku akan menurunkan hidangan itu kepadamu, barangsiapa yang kafir di antaramu sesudah (turun hidangan itu), maka sesungguhnya Aku akan menyiksanya dengan siksaan yang tidak pernah Aku timpakan kepada seorangpun di antara umat manusia".115.
bisakah hidangan datang turun dari langit? jawabnya bisa seperti di zaman Isa as, demikian pula Maryam selalu ada hidangan di Mihrabnya, nabi Isa tanpa bapak, adam as tanpa orang tua, hawa dari min nafsiw waahidah, nabi muhammad bisa menang dalam badar, isra mi`raj dll sungguh banyak ajaran agama kita mengajarkan dengan tidak masuk akal tetapi dengan keimanan kita membenarkannya. lalu apa bisa TDI hanya 10 menit? dengan doa bagi Allah mungkin bahkan satu detik atau lebih cepat dari cahaya seperti Allah menyelamatkan seseorang. janganlah kita membatasi kekuasaan Allah dengan akal kita yang terbatas. adalah menjadi hak anda untuk tidak yakin pada sistem TDI Nurullah, maka perbanyaklah meminta pertolongan pada Allah, tetapi setiap orang semakin mendalam pengetahuan agamanya pastilah ia menemukan cara yang terbaik dalam tuntunan al Qur`an dan as sunnah. TDI-N hanyalah ikhtiar doa seseorang, seperti saat anda yakin doa anda dikabulkan maka apapun tak mustahil kecuali bagi akal.
jika ada waktu, di tempat kami ruang selalu terbuka untuk diskusi keagamaan tanpa harus menjadi anggota. semoga kita terhindar dari kemusrikan kecuali waman yatawakkal pahua hasbuhu = barangsiapa yang bertawakkal maka Allah akan mencukupinya. ila ada waktu saya akan dengan suka ingin menjelaskan. maafkan keterlambatan jawaban saya karena baru sempat membukanya. wallahu a`lam

Senin, 02 Februari 2009

Takdir dan usaha

Takdir dan Wirausaha

Tanya : saya seringkali membuka usaha tetapi selalu gagal. Akhirnya saya hanya bekerja pada usaha yang menurut saya aman. Apakah ini merupakan takdir? Apakah kesuksesan itu juga takdir? Apakah orang kaya dan miskin adalah takdir?

Jawab : takdir dalam bahasa agama (Islam) adalah ketetapan Allah. Jika anda gagal berusaha ataukah berhasil, keduanya merupa-kan takdir ilahi. Sehingga takdir ada yang baik dan ada yang buruk.

قُلْ مَنْ ذَا الَّذِي يَعْصِمُكُمْ مِنَ اللَّهِ إِنْ أَرَادَ بِكُمْ سُوءًا أَوْ أَرَادَ بِكُمْ رَحْمَةً وَلَا يَجِدُونَ لَهُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ وَلِيًّا وَلَا نَصِيرًا(17)

Katakanlah: "Siapakah yang dapat melindungi kamu dari (takdir) Allah jika Dia menghendaki bencana atasmu atau menghendaki rahmat untuk dirimu?" Dan orang-orang munafik itu tidak memperoleh bagi mereka pelindung dan penolong selain Allah. QS Al Ahzab 17

Seseorang tidak mengetahui takdir apa yang akan datang kepadanya. Dikarenakan tidak me-ngetahuinya maka ia disuruh untuk berusaha mencapai cita-citanya dan memilih yang terbaik dari segala pilihan yang dipikirkanya.

1302 Diriwayatkan daripada Abdullah bin Abbas r.a katanya: Sesungguhnya Umar bin al-Khattab pergi ke Syam. Apabila sampai ke sebuah dusun yang bernama Sarghi, beliau telah dikunjungi oleh penduduk di sekitarnya, iaitu Abu Ubaidah bin al-Jarrah dan para pengikutnya. Mereka mengkhabar-kan bahwa wabah (penyakit taun) telah berjangkit di Syam. Ibnu Abbas berkata setelah mendengar berita itu, Umar berkata: Cuba panggilkan para Sahabat Muhajirin yang pertama. Aku melaksanakan perintah Umar. Umar mengajak mereka berbincang dan memberita-hu kepada mereka bahwa wabah telah berjangkit di Syam. Mereka telah berbeda pendapat mengenai berita tersebut. Sebahagian di antara mereka berkata: Engkau pergi untuk suatu urusan yang besar, jadi kami tidak sependapat sekiranya engkau pulang. Sebahagian yang lain pula berkata: Engkau diikuti oleh orang ramai dan para Sahabat Rasulullah s.a.w, jadi kami tidak bersetuju apabila engkau membawa mereka menuju ke wabah ini. Umar berkata :Tinggalkanlah aku! Kemudian beliau berkata lagi: Tolong panggilkan para sahabat Ansar. Aku pun memanggil mereka. Ketika mereka diminta berbincang, mereka telah berbeda pendapat sebagaimana para sahabat Muhajirin. Umar berkata: Tinggalkanlah aku! Lalu beliau berkata lagi : Tolong panggilkan para pembesar Quraisy yang berhijrah sewaktu penaklukan dan sekarang mereka berada di sana. Aku memanggil mereka dan ternyata mereka telah sepakat kemudian berkata: Menurut kami, sebaiknya engkau bawa mereka pulang dan tidak mengajak mereka memasuki kawasan wabah ini. Lalu Umar menyeru di tengah-tengah orang ramai: Aku akan memandu tungganganku untuk pulang, pulanglah bersamaku. Abu Ubaidah bin al-Jarrah bertanya: Apakah itu berarti lari dari takdir Allah? Umar menjawab: Harapnya bukan engkau yang bertanya wahai Abu Ubaidah! Memang Umar tidak suka berselisih pendapat dengan Abu Ubaidah. Lalu Umar melanjutkan : Ya, kita lari dari ketentuan (takdir) Allah untuk menuju kepada takdir Allah yang lain. Apakah pendapatmu seandai-nya engkau mempunyai seekor unta yang turun di suatu lembah yang mempunyai dua keadaan, satunya subur dan satu lagi tandus. Adakah jika engkau mengembalanya pada tempat yang subur itu bukan bererti engkau mengembalanya kerana takdir Allah? Begitu pula sebaliknya, bukankah engkau mengembalanya kerana takdir Allah juga? Lalu datanglah Abdul Rahman bin Auf yang baru saja tiba dari suatu keperluan. Beliau berkata: Sesungguhnya aku mempunyai pengetahuan mengenai masalah ini. Aku pernah mendengar Rasulullah s.a.w bersabda: Apabila kamu mendengar terdapat wabah di suatu daerah, maka janganlah kamu mendatanginya. Sebaliknya, kalaulah wabah itu berjangkit di suatu daerah sedangkan kamu berada di sana maka janganlah kamu keluar melarikan diri daripadanya. Mendengar kata-kata itu Umar bin al-Khattab memuji Allah, kemudian beredar meninggalkan tempat itu. HR. Bukhari Muslim (hadis sahih).

Berdasar hadis di atas, usaha yang anda lakukan kemudian gagal merupakan takdir Allah. Namun bukan berarti anda tidak diizinkan Allah untuk mengulanginya. Boleh jadi ia merupakan peringatan keteledoran anda atau Tuhan ingin menambah wawasan serta keuletan anda. Sebab usaha itu diperlukan ketabahan dan kegigihan. Saat itulah kemenangan.

Para ulama membagi pengertian takdir ada dua yakni takdir mubran artinya yang tak dapat dirubah misalnya manusia pasti memperoleh rezki, kematian dan menghadapi surga dan neraka. Yang kedua takdir mugayyar yaitu takdir yang dapat dirubah. Berapa rezki yang akan anda peroleh, apakah anda akan masuk surga atau neraka, apakah anda ingin kaya atau miskin adalah takdir mugayyar. Artinya semua itu dapat dirubah dengan usaha dan doa. Pengertian itulah yang ada pada peristiwa hadis tentang Umar Ibnu Khattab bahwa menurut beliau, jika takdir yang menanti adalah jelek maka ia lari daripadanya menuju takdir yang baik.

Jika anda sukses mengejar takdir baik maka semua itu dari Allah (bantuan Allah). Namun jika kamu gagal maka semua itu penyebabnya adalah diri kamu sendiri.

مَا أَصَابَكَ مِنْ حَسَنَةٍ فَمِنَ اللَّهِ وَمَا أَصَابَكَ مِنْ سَيِّئَةٍ فَمِنْ نَفْسِكَ

Apa saja ni`mat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. Dan cukuplah Allah menjadi saksi.QS An Nisa 79

وَمَا تُقَدِّمُوا لِأَنْفُسِكُمْ مِنْ خَيْرٍ تَجِدُوهُ عِنْدَ اللَّهِ

Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahalanya pada sisi Allah.QS Al Baqarah 110

Jadi ulangilah terus usaha anda dengan gigih dan doa. Sebab cara inilah yang terbaik. Islam tidak melarang umatnya untuk kaya selama dengan jalan halal dan mau menafkahkan sebagian rezkinya untuk agama Allah. Selain gigih dan berdoa, ikutilah dengan banyak beramal soleh dan sedekah terhadap kaum fakir dan miskin. Jadilah sebagai manusia yang terbaik yaitu yang paling bermanfaat di antara segala manusia. Wallahu a`lam