clik gambar ini !!!!!!!!

clik gambar ini !!!!!!!!
tdi-nurullah.com layanan on line

web site baru di :

http://tdi-nurullah.com

Minggu, 09 Mei 2010

Pujian Pada Allah


Pujian Pada Allah
By. Pimpinan Majlis Ta`lim Nurullah
Memuji Allah merupa kan amalan yang telah diwariskan kepada kita sejak kehidupan pertama nabi Adam as. Bahkan amalan pertama semua makhluk yang paling awal sebelum adam as dan para Malaikat hingga sekarang. Demikian pula bahwa, misi dari tugas suci syariat (Islam) yang di bawa oleh para nabi-nabi dan rasul secara turun-temurun adalah agar semua manusia memuji Allah. Pujian kepada Allah terbentuk dari berbagai cara yang diajarkan oleh syariat Islam. Baik berupa lisan, perbuatan (solat) maupun cara berpikir untuk selalu mengingat Allah, sebutan-sebutan saat menerima musibah, syukur, heran atas sesuatu, kagum, ketakutan, saat makan dan sudah makan, saat memulai dan berhenti berjalan, berkendaraan, beribadah dlsb.
فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَكُنْ مِنَ السَّاجِدِينَ(98)
maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan jadilah kamu di antara orang-orang yang bersujud (shalat). QS Al Hijr 98
Sujud kepada Allah, rukuk dan seluruh tingkah laku solat adalah bentuk dan lafadz daripada memuji Allah. Bentuk inilah yang paling sempurna dalam memuji Allah. Hal ini dikarenakan ia merupakan gabungan dari seluruh makna pujian, gabungan pikiran (mengingat Allah; zikrullah), pujian, pengakuan, ampunan, pensucian, ketauhidan, perbuatan ketaatan dan ketundukan, pujian penyembahan. Bahkan pujian kepada Allah merupakan hakikat dari diadakannya kehidupan manusia.
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ(56)
Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. QS Az Zariyat 56
Memuji Allah melebihi dari sekedar mengingat Allah (zikir). Kesalahan banyak orang adalah hanya sering mengingat Allah tetapi tidak memuji Allah. Padahal memuji Allah sangat banyak disebut dalam Al Qur`an sebagai kewajiban bagi orang yang beriman. Antara lain, sbb:
وَقُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِ سَيُرِيكُمْ ءَايَاتِهِ فَتَعْرِفُونَهَا وَمَا رَبُّكَ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ(93)
Dan katakanlah: "Segala puji bagi Allah, Dia akan memperlihatkan kepadamu tanda-tanda kebesaran-Nya, maka kamu akan mengeta-huinya. Dan Tuhanmu tiada lalai dari apa yang kamu kerjakan".QS An Namal 93
وَلَهُ الْحَمْدُ فِي السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَعَشِيًّا وَحِينَ تُظْهِرُونَ(18)
dan bagi-Nyalah segala puji di langit dan di bumi dan di waktu kamu berada pada petang hari dan di waktu kamu berada di waktu zuhur. QS AR Rum 18
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي لَهُ مَا فِي السَّمَوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَلَهُ الْحَمْدُ فِي الْآخِرَةِ وَهُوَ الْحَكِيمُ الْخَبِيرُ(1)
Segala puji bagi Allah yang memiliki apa yang di langit dan apa yang di bumi dan bagi-Nya (pula) segala puji di akhirat. Dan Dia-lah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.QS Saba 1
وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ بِالْعَشِيِّ وَالْإِبْكَارِ(55)
dan mohonlah ampunan untuk dosamu dan bertasbihlah seraya memuji Tuhanmu pada waktu petang dan pagi.QS Al Mukmin 55
Terkadang timbul pertanyaan orang bahwa mengapa Allah harus dipuji sementara Allah sendiri sudah terpuji. Maka jawablah adalah bahwa memuji Allah bukan hanya mengingatkan orang pada Tuhannya tetapi juga mengingat kan akan dirinya sendiri yang hina dina. Kehinaan tersebut termaktub dalam kenyataan, sbb:
1. Manusia dalam segala hal dibantu dan ditolong Allah, bahkan tak berkuasa atas kehidupan dan dirinya sendiri, kemampuan yang terbatas dan tak dapat melawan bencana yang datang pada dirinya kecuali sedikit yang ia ketahui. Bahkan bumi, langit dan segala isinya merupakan rahmat Allah kepada diri mereka tanpa sedikitpun jasa manusia. Firman Allah :
الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ فِرَاشًا وَالسَّمَاءَ بِنَاءً وَأَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقًا لَكُمْ فَلَا تَجْعَلُوا لِلَّهِ أَنْدَادًا وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ(22)
Dialah Yang menjadi-kan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui.QS Al Baqarah 22
2. Dengan sering memuji Allah akan menghilangkan rasa sombong dan angkuh pada diri manusia. Kenyataannya manusia itu sering menjadi sombong dan lupa diri bila tidak ada yang mengingatkan. Dan pengingat yang baik bagi manusia adalah dirinya sendiri. Maka dengan memuji Allah mengingatkan dirinya untuk selalu tidak sombong. Sifat sombong adalah sifat yang sangat dimurkai Allah karena diangap orang yang tak tahu diri dan tak tahu berterima kasih.
وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا إِنَّكَ لَنْ تَخْرِقَ الْأَرْضَ وَلَنْ تَبْلُغَ الْجِبَالَ طُولًا(37)
Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung. QS Isra 37
3. Manusia juga sering lupa diri akan nikmat Tuhannya, terutama pada saat ia menerima nikmat. Ia lupa kepada Allah. Maka dengan sering memuji Allah akan mengingatkan dirinya akan pemberian Allah.
وَإِذَا أَنْعَمْنَا عَلَى الْإِنْسَانِ أَعْرَضَ وَنَأَى بِجَانِبِهِ وَإِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ كَانَ يَئُوسًا(83)
Dan apabila Kami berikan kesenangan kepada manusia niscaya berpalinglah dia: dan membelakang dengan sikap yang sombong; dan apabila dia ditimpa kesusahan niscaya dia berputus asa. QS Isra 83
4. Manusia selalu perlu untuk menyikapi dengan benar dan reda atas segala ketetapan Allah, baik yang menyena-ngkan ataupun yg menyusahkan diri nya atau keburu-kan yang menimpanya. Dengan membiasa kan diri selalu memuji Allah maka sikap reda akan segala qodo dan qodar Allah selalu tertanam pada diri manusia.
قُلْ مَنْ ذَا الَّذِي يَعْصِمُكُمْ مِنَ اللَّهِ إِنْ أَرَادَ بِكُمْ سُوءًا أَوْ أَرَادَ بِكُمْ رَحْمَةً
Katakanlah: "Siapakah yang dapat melindungi kamu dari (takdir) Allah jika Dia menghendaki bencana atasmu atau menghendaki rahmat untuk dirimu?" Dan orang-orang munafik itu tidak memperoleh bagi mereka pelindung dan penolong selain Allah. QS Al Ahzab 17
فَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ وَلَا تُطِعْ مِنْهُمْ ءَاثِمًا أَوْ كَفُورًا(24)
Maka bersabarlah kamu untuk (melaksanakan) ketetapan Tuhan-mu, dan janganlah kamu ikuti orang yang berdosa dan orang yang kafir di antara mereka. QS Insan 24
5. Pujian layak hanya ditujukan kepada Allah karena Dialah pemilik diri manusia, langit dan bumi serta apa saja.
فَإِنَّ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَكَانَ اللَّهُ غَنِيًّا حَمِيدًا(131)
Dan maka (ketahuilah), sesungguh-nya apa yang di langit dan apa yang di bumi hanyalah kepunyaan Allah dan Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.QS An Nisa 131
6. Memuji Allah juga menggam-barkan kesadaran manusia akan Tuhannya yang maha kuasa atas segala sesuatu termasuk pada dirinya.
Dengan kesadaran itulah bahwa betapa pentingnya sehingga Allah mengajarkan agar manusia selalu memuji Allah. Sebab pada hakikatnya Allah tidaklah perlu dan membutuhkan pujian, karena dirinya Telah terpuji. Tetapi pujian kepada Allah akan berdampak kebaikan yang banyak pada diri manusia. Ia akan mendapatkan limpahan karunia Allah. Allah tidak berkehendak dan memerlukan pujian itu. Hal ini ditegaskan NYA dalam firmanNYA
يَاأَيُّهَا النَّاسُ أَنْتُمُ الْفُقَرَاءُ إِلَى اللَّهِ وَاللَّهُ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيدُ(15)
Hai manusia, kamulah yang berkehendak kepada Allah; dan Allah Dia-lah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji. QS Al Fatir 15
Memuji Allah berarti berbuat kebaktian kepada Allah di samping pengakuan akan keagungan Allah. Jika itu dilakukan manusia maka perbuatan itu dipandang telah berbuat baik terhadap diri manusia itu sendiri seperti firman Allah :
إِنْ أَحْسَنْتُمْ أَحْسَنْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ وَإِنْ أَسَأْتُمْ فَلَهَا
Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat maka kejahatan itu bagi dirimu sendiri. QS Isra 7
Seperti juga pada penjelasan ayat lain, semisal seseorang hamba yang bersyukur kepada Allah atas nikmat yang diberikan Allah kepada dirinya, maka perbuatan bersyukur (berterimakasih) itu kepada Allah adalah menghasilkan kebaikan pada diri si hamba itu, seperti dijelaskan dalam firman Allah :
أَنِ اشْكُرْ لِلَّهِ وَمَنْ يَشْكُرْ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ(12)
"Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepa-da Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji".QS Luqman 12
Lalu bagaimanakah memuji Allah yang terbaik ucapannya menurut pandangan Agama? Jawabanya ada di Qur`an maupun dalam hadis nabi yaitu pujian ucapan subhaanallah walhamdulil-lah, laailaaha illallah wallahu akbar. Nabi Muhammad saw sendiri menyukai membaca kalimat taoyyibat tersebut seperti dalam hadis nabi saw, sbb :
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَأَبُو كُرَيْبٍ قَالَا حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَأَنْ أَقُولَ سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ أَحَبُّ إِلَيَّ مِمَّا طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ
Dari Abu Hurairah r.a berkata, bersabda Rasulullah saw, hanya-sanya kalimat Subhaanallah walhamdulillah walaa ilaaha illallah wallahu akbar lebih aku cintai dari pada cahaya matahari. HR. Muslim.
Betapa pentingnya cahaya matahari bagi kehidupan di alam ini, tetapi nabi saw, ada yang lebih penting dan selalu beliau butuhkan yaitu kalimat toyyibat Subhaanallah walhamdu-lillah walaa ilaaha illallah wallahu akbar.
Dalam hadis lain, beliau berucap :
قَالَ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ قَالَ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ بَعْضِ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَفْضَلُ الْكَلَامِ سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ
Nabi saw bersabda,`yang paling utama dari suatu perkataan adalah Subhaanallah walhamdulillah walaa ilaaha illallah wallahu akbar. HR Ahmad.
حَدَّثَنَا أَبُو عُمَرَ حَفْصُ بْنُ عَمْرٍو حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ سَلَمَةَ بْنِ كُهَيْلٍ عَنْ هِلَالِ بْنِ يَسَافٍ عَنْ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدَبٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَرْبَعٌ أَفْضَلُ الْكَلَامِ لَا يَضُرُّكَ بِأَيِّهِنَّ بَدَأْتَ سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ
Dari Samurah Ibnu Jundip r.a berkata. Bersabda Rasulullah saw,``Sebaik-baiknya ucapan ada 4 macam yang tidak akan memudaratkan kamu dari suatu kejahatan (yang tampak) yakni Subhaanallah walhamdulillah walaa ilaaha illallah wallahu akbar H.R Ibnu Majah
Seperti pula dalam perintah Al Qur`an agar orang yang beriman untuk selalu memuji Allah, sbb :
وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوبِهَا وَمِنْ ءَانَاءِ اللَّيْلِ فَسَبِّحْ وَأَطْرَافَ النَّهَارِ لَعَلَّكَ تَرْضَى(130)
Maka sabarlah kamu atas apa yang mereka katakan, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu, sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya dan bertasbih pulalah pada waktu-waktu di malam hari dan pada waktu-waktu di siang hari, supaya kamu merasa senang. QS Toha 130
Nabi saw telah meluangkan waktu beliau untuk selalu memuji Allah dalam berbagai kesempatan baik di waktu luang maupun sibuk.
Bagi orang miskin, kekalahan mereka terhadap orang kaya adalah bahwa mereka tak dapat bersedekah banyak dengan harta mereka. Maka nabi saw mengajarkan agar mereka membaca kalimat pujian tersebut untuk mengimbangi amalan orang kaya. Namun jika orang-orang kaya itu membaca juga kalimat itu maka mereka akan dikalahkan amalnya, kecuali orang yang lebih banyak membacanya, sbb :
حَدِيثُ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ : أَنَّ فُقَرَاءَ الْمُهَاجِرِينَ أَتَوْا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالُوا ذَهَبَ أَهْلُ الدُّثُورِ بِالدَّرَجَاتِ الْعُلَى وَالنَّعِيمِ الْمُقِيمِ فَقَالَ وَمَا ذَاكَ قَالُوا يُصَلُّونَ كَمَا نُصَلِّي وَيَصُومُونَ كَمَا نَصُومُ وَيَتَصَدَّقُونَ وَلَا نَتَصَدَّقُ وَيُعْتِقُونَ وَلَا نُعْتِقُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَفَلَا أُعَلِّمُكُمْ شَيْئًا تُدْرِكُونَ بِهِ مَنْ سَبَقَكُمْ وَتَسْبِقُونَ بِهِ مَنْ بَعْدَكُمْ وَلَا يَكُونُ أَحَدٌ أَفْضَلَ مِنْكُمْ إِلَّا مَنْ صَنَعَ مِثْلَ مَا صَنَعْتُمْ قَالُوا بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ تُسَبِّحُونَ وَتُكَبِّرُونَ وَتَحْمَدُونَ دُبُرَ كُلِّ صَلَاةٍ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ مَرَّةً *
330 Diriwayatkan daripada Abu Hurairah r.a katanya: Sesungguh-nya orang-orang miskin dari golongan muhajirin telah datang menemui Rasulullah s.a.w dan berkata: Orang-orang kaya mendapat kedudukan yang tinggi dan nikmat-nikmat yang kekal. Rasulullah bertanya: Apa itu? Mereka menjawab: Mereka bersembahyang sebagaimana kami sembahyang, mereka berpuasa sebagaimana kami berpuasa. Tetapi mereka bersedekah sedangkan kami tidak dapat bersedekah, mereka memerdekakan hamba sementara kami tidak mampu memerdekakannya. Rasulullah s.a.w bersabda: Mahukah kamu sekiranya aku ajarkan kepada kamu satu amalan yang akan dapat menyamai orang-orang yang sebelum kamu dan dapat mengatasi orang-orang yang sebelum kamu? Tiada seorang pun yang lebih baik daripada kamu melainkan mereka yang melakukan amalan sebagai-mana yang kamu lakukan itu. Mereka menjawab: Tentu saja, wahai Rasulullah! Rasulullah s.a.w bersabda: Kamu bertasbih bertakbir dan bertahmid setiap kali setelah selesai dari sembahyang sebanyak tiga puluh tiga kali. HR Bukhari muslim.
Beruntunglah orang yang beriman yang selalu terjaga untuk memuji Allah. Ia merupakan warisan permata dari seluruh para nabi dan rasul bahkan para malaikat di manapun mereka berada. Perbedaan antara orang yang memuji Allah dengan orang yang lupa memuji Allah adalah bagaikan perbedaan antara orang yang mati dengan yang hidup.
اَللَّهُمَّ اَعِنّيِ عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ
Allahumma a`innii ala zikrika wasyukrika wahusni ibaadatika. Ya Allah, tolonglah daku untuk selalu mengingatMU dan bersyukur atas nikmatMU serta selalu memperbaiki ibadatku. Amin ya Robbal aalamiin.
Wallahu a`lam