Masalah Sial
Tanya : adakah sial atau Na-as itu ? misalnya hari selasa atau bulan safar
tidak baik mengadakan perkawinan atau bepergian, hari anu jangan memulai
bekerja, dsb. Saya pernah diajarkan seperti demikian. Benarkan hari atau bulan
itu untuk seseorang ada sialnya ?
Jawab : Tidak ada istilah sial atau na-as dalam Islam.[1] Siapa yang
mempercayainya berarti ia mengambil keyakinan hidupnya kepada agama lain (Hinduisme
dan nenek moyang) atau ajaran lain. Mempercayainya termasuk haram yang membawa kepada kesyirikan.
حَدِيثُ
أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ : أَنَّ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ قَالَ لَا عَدْوَى وَلَا طِيَرَةَ وَيُعْجِبُنِي الْفَأْلُ الْكَلِمَةُ
الْحَسَنَةُ الْكَلِمَةُ الطَّيِّبَةُ *
1304
Diriwayatkan daripada Anas r.a katanya: Nabi s.a.w pernah bersabda: Tidak ada
istilah berjangkit dan tidak ada tanda kesialan dan yang mengagumkanku ialah
kalimat yang baik, kalimat yang bagus.[2]
(Bukhari, Muslim, Abud Daud, Turmuzi, Ibnu Majah dan Ahmad)
Firman Allah :
وَإِنْ يَمْسَسْكَ اللَّهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهُ
إِلَّا هُوَ وَإِنْ يُرِدْكَ بِخَيْرٍ فَلَا رَادَّ لِفَضْلِهِ يُصِيبُ بِهِ مَنْ
يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَهُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
Jika Allah menimpakan
sesuatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya
kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang
dapat menolak kurnia-Nya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang
dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi
Maha Penyayang. QS Yunus 107
Oleh karena demikian, meyakini adanya sesuatu kekuatan yang dapat
memudaratkan (seperti menganggap tahi lalat adalah sumber dan tanda kesialan
atau lainnya) selain dari Allah adalah merusak akidah dan menentang akidah
islamiyah. Nabi saw mengajarkan, apabila terbetik dalam hati akan sesuatu yang
mengalihkan jiwa kita kepada selain Allah hendaknya berdoa dengan ucapan :
اللَّهُمَّ لَا
خَيْرَ إِلَّا خَيْرُكَ وَلَا طَيْرَ إِلَّا طَيْرُكَ وَلَا إِلَهَ غَيْرُكَ
Allahumma
laa khoiro illa khoiruka wala toiro illa toyruka wala ilaaha gairuka. Ya Allah,
tidak ada kebajikan melainkan kebajikan dari MU dan tidak ada kesialan
melainkan karena Engkau timpakan. Tidak ada Tuhan selain Engkau.[3]
Wallahu
a`lam
[1]
Vide, Muh. Ibnu Abdil Wahab, Kitabu at Tauhid
fi baabi al tatayur, penerbit al Tasmen, (tt), or www.attasmeem.com.
[2] Imam Bukhari dalam kitabu al Tib dengan hadis nomor
5315, Imam Muslim dalam kitabu al Salam
hadis nomor 4123, Imam Turmuzi dengan hadis no. 1540, Abu Daud dalam al Tib
hadis no. 3415 dan Ibnu Majah no. 3518
