clik gambar ini !!!!!!!!

clik gambar ini !!!!!!!!
tdi-nurullah.com layanan on line

web site baru di :

http://tdi-nurullah.com

Rabu, 22 Februari 2017

Masalah Sial

 Masalah Sial  
Tanya : adakah sial atau Na-as itu ? misalnya hari selasa atau bulan safar tidak baik mengadakan perkawinan atau bepergian, hari anu jangan memulai bekerja, dsb. Saya pernah diajarkan seperti demikian. Benarkan hari atau bulan itu untuk seseorang ada sialnya ?
Jawab : Tidak ada istilah sial atau na-as dalam Islam.[1] Siapa yang mempercayainya berarti ia mengambil keyakinan hidupnya kepada agama lain (Hinduisme dan nenek moyang) atau ajaran lain. Mempercayainya termasuk haram yang membawa kepada kesyirikan.
حَدِيثُ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ : أَنَّ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا عَدْوَى وَلَا طِيَرَةَ وَيُعْجِبُنِي الْفَأْلُ الْكَلِمَةُ الْحَسَنَةُ الْكَلِمَةُ الطَّيِّبَةُ *
1304 Diriwayatkan daripada Anas r.a katanya: Nabi s.a.w pernah bersabda: Tidak ada istilah berjangkit dan tidak ada tanda kesialan dan yang mengagumkanku ialah kalimat yang baik, kalimat yang bagus.[2] (Bukhari, Muslim, Abud Daud, Turmuzi, Ibnu Majah dan Ahmad)
            Ada tradisi yang selama ini berkembang, misalnya tahi lalat dipinggang membawa kesialan kepada keburukan jodoh, tahi lalat di pantat membawa sering kena musibah, tahi lalat di antara dua kening dianggap memberi tanda akan terkena musibah tabrakan,dll. Kemudian merekapun berlomba membuangnya kepada sang dukun dengan melakukan berbagai ruwatan. Semua ini merupakan pekerjaan yang diharamkan agama. Demikian pula orang-orang yang menghitung hari dan bulan di mana bulan dan hari tertentu di anggap sial adalah anggapan yang sangat dicela dalam agama.
Firman Allah :
وَإِنْ يَمْسَسْكَ اللَّهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهُ إِلَّا هُوَ وَإِنْ يُرِدْكَ بِخَيْرٍ فَلَا رَادَّ لِفَضْلِهِ يُصِيبُ بِهِ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَهُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
Jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak kurnia-Nya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. QS Yunus 107
Oleh karena demikian, meyakini adanya sesuatu kekuatan yang dapat memudaratkan (seperti menganggap tahi lalat adalah sumber dan tanda kesialan atau lainnya) selain dari Allah adalah merusak akidah dan menentang akidah islamiyah. Nabi saw mengajarkan, apabila terbetik dalam hati akan sesuatu yang mengalihkan jiwa kita kepada selain Allah hendaknya berdoa dengan ucapan :
اللَّهُمَّ لَا خَيْرَ إِلَّا خَيْرُكَ وَلَا طَيْرَ إِلَّا طَيْرُكَ وَلَا إِلَهَ غَيْرُكَ
Allahumma laa khoiro illa khoiruka wala toiro illa toyruka wala ilaaha gairuka. Ya Allah, tidak ada kebajikan melainkan kebajikan dari MU dan tidak ada kesialan melainkan karena Engkau timpakan. Tidak ada Tuhan selain Engkau.[3]
Wallahu a`lam



[1]  Vide, Muh. Ibnu Abdil Wahab, Kitabu at Tauhid fi baabi al tatayur, penerbit al Tasmen, (tt), or www.attasmeem.com.
[2] Imam Bukhari dalam kitabu al Tib dengan hadis nomor 5315, Imam Muslim dalam kitabu al Salam hadis nomor 4123, Imam Turmuzi dengan hadis no. 1540, Abu Daud dalam al Tib hadis no. 3415 dan Ibnu Majah no. 3518
[3] HR. Imam Ahmad dalam musnad Ahmad hadis nomor 6748